Cosmological Chain Explorer · v2.0 · Kerangka Falsafi Islam

Rantai Sebab-Akibat

Telusuri rangkaian kausal dari momen ini mundur ke detik pertama alam semesta, lalu temukan titik di mana sains menemui batas dan argumen filosofis mulai — bermuara pada Wajib al-Wujud sebagai Sebab Pertama, dalam kerangka falsafi Islam.

Pelajari dulu

Apa ini?

Situs ini memvisualisasikan empat rantai sebab-akibat yang berbeda skala — dari tetesan hujan di atap, ke putaran bola biliar, ke silsilah keluarga Anda, hingga rentang waktu 13,8 miliar tahun sejarah kosmik. Keempatnya pada akhirnya bersatu di rantai kosmologis utama, yang berakhir di pertanyaan: apakah ada Sebab Pertama yang tidak disebabkan oleh apa pun?

Kerangka utama situs ini adalah tradisi falsafi Islam: Al-Kindi (dalil al-khair al-mahd), Ibnu Sina (wajib al-wujud vs mumkin al-wujud), dan Al-Ghazali (silsilah hawadith & bantahan tasalsul). Tradisi non-Islam (Aquinas per se, Leibniz PSR, Craig Kalam modern) disajikan sebagai rujukan komparatif. Keberatan dari fisika dan filsafat waktu (Hawking-Hartle, B-theory, kausalitas kuantum) tersedia sebagai bacaan tambahan opsional — pembaca bebas menilai sendiri.

Empat pilar falsafi Islam

Tiga pilar klasik (Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Ghazali) dirumuskan secara paralel di kanvas sebagai tiga node terminal filosofis yang berkonvergensi ke satu Muara (Tauhid Wujud). Pilar keempat (an-Nabhani) menyentuh sisi epistemologi: bagaimana kita bisa menalar sebab-akibat sama sekali?

Al-Kindi (~801–873 M)

Dalil Al-Khair Al-Mahd

Setiap yang menjadi (kaun) butuh sumber keberadaan. Deret pemberi-keberadaan harus berhenti pada Yang Benar Murni (al-haqq al-mahd).

Ibnu Sina (~980–1037 M)

Wajib vs Mumkin al-Wujud

Alam bersifat mumkin al-wujud — keberadaannya mungkin ada mungkin tidak, esensinya netral. Maka ia butuh Wajib al-Wujud sebagai penjelas luar.

Al-Ghazali (~1058–1111 M)

Silsilah Hawadith & Tasalsul

Setiap kejadian baru (hadits) butuh sebab. Deret tak terhingga ke belakang (tasalsul) mustahil aktual. Maka deret berhenti pada Sebab Pertama.

An-Nabhani (w. 1977 M)

Maklumat Asabiqah & Nabi Adam

Empat syarat berpikir: otak, indra, obyek, dan maklumat asabiqah (informasi prior). Tanpa syarat keempat, manusia hanya menginderai seperti hewan. Selaras dengan QS Al-Baqarah:31 — Allah mengajarkan Adam nama-nama.

Tiga pilar pertama konvergen pada satu muara: tauhid wujud — hanya satu Wajib al-Wujud yang ahad (esa mutlak, tidak majemuk), di luar ruang-waktu, dan segala selain-Nya adalah mumkin yang keberadaannya bergantung kepada-Nya. Pilar keempat (an-Nabhani) menjelaskan mengapa kita bisa menalar hal itu: kapasitas berpikir sendiri merupakan karunia.

Empat jalur eksplorasi

A

Kosmologis Utama

25 node dari masa kini mundur ke Era Planck, Big Bang, lalu TIGA node terminal filosofis paralel (Al-Kindi · Ibnu Sina · Al-Ghazali) yang berkonvergensi ke Muara: Tauhid Wujud. Skala waktu logaritmik. Sub-node terperinci: Hadron (proton → neutron), Inflasi (start → plateau → reheating), GUT (grav-split → strong-EW split).

B

Silsilah Manusia

Anda → Ortu → Kakek → Buyut → leluhur ribuan generasi → hominini awal → Maklumat Asabiqah (an-Nabhani & penciptaan Adam) → Homo sapiens. Total 7 node.

C

Contoh Hujan

Tetesan hujan → kondensasi → penguapan → cahaya Matahari → fusi nuklir → hidrogen dari Big Bang.

D

Contoh Biliar

Bola bergerak → tumbukan → tongkat → tangan → niat otak → hukum fisika. Skala sehari-hari.

Fitur

  • Canvas pan/zoom dengan minimap & auto-layout hierarkis VERTIKAL (dagre) — alur akibat (atas) → sebab (bawah)
  • Animasi Telusur — mode presentasi: klik tombol, lalu node di-highlight satu-per-satu dari masa kini mundur ke Sebab Pertama dengan delay ~1 detik, otomatis pan/zoom ke node aktif
  • Timeline scrubber skala logaritmik — geser dari 10⁻⁴³ detik ke 10¹⁷·⁶ detik
  • Klik node → detail panel dengan deskripsi, sumber verifikasi, dan rujukan Qur'ani
  • Search box untuk mencari node berdasarkan nama
  • Mode Argumen(default ON) — overlay tiga pilar falsafi Islam + rujukan Qur'ani
  • Perspektif Lain(opsional) — keberatan dari fisika & filsafat waktu + tanggapan Islam
  • Tur Berpandu — 10 langkah dengan narrasi Islam dari Masa Kini hingga Wajib al-Wujud
  • Panel Rujukan Qur'ani — kumpulan QS surah:ayat + parafrase makna, filter per surah
  • Mode Refleksi— 5 pertanyaan uji pemahaman wajib vs mumkin al-wujud & tauhid
  • Penanda & Catatan — bookmark node + catatan pribadi (tersimpan di localStorage)
  • Ekspor & Bagikan — simpan kanvas sebagai PNG, ekspor node ke CSV, atau salin ringkasan argumen
  • Kamus Istilah— glossary 40+ istilah: Arab falsafi (wajib/mumkin/mumtani' al-wujud, ahad, tasalsul), epistemologi (maklumat asabiqah, tafkir, al-asma'), kosmologi (inflasi, GUT, CMB), & logika modal (□p, ◇p, ¬◇p)
  • Mode “What If?”— slider 6 konstanta fisika (α, G, Λ, mₑ/mₚ, Q, D); geser → lihat dampak dramatis pada habitability. Termasuk angka Penrose 1/10^(10¹²³) & 3 respons (multiverse / theism / necessity)
  • Legenda warna per kategori: personal, biologis, geologis, astronomis, partikel, filosofis

Tentang riset

Data kosmologis diverifikasi silang dari minimal dua sumber kredibel per klaim — termasuk NASA, ESA Planck, Harvard CfA, Stanford KIPAC, Yale Astronomy, UC Berkeley, serta Wikipedia cross-checked dengan sumber primer. Angka-angka yang masih diperdebatkan ilmiah ditandai dengan rentang dan dijelaskan ketidakpastiannya di deskripsi node.

Sisi filosofis Islam dirujuk dari karya asli Al-Kindi, Ibnu Sina (Kitab al-Syifa'), Al-Ghazali (Tahafut al-Falasifa), serta diskusi kontemporer dalam Stanford Encyclopedia of Philosophy. Rujukan Qur'ani disertakan dalam bentuk parafrase makna (bukan teks Arab) — untuk teks resmi rujuk mushaf dan tafsir otoritatif (Ibnu Katsir, Al-Azhar karya Hamka, dll).